Pendidikan Tinggi Tidak Boleh Dianggap Kebutuhan Tersier

Indra

Sekolah.web.id Pendidikan tinggi seharusnya tidak dianggap sebagai kebutuhan tersier. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Prof. Nizam, yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi dalam mendorong kemajuan bangsa dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Jumat (16/5/2024) kemarin, Prof. Nizam mengungkapkan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global.

“Pendidikan tinggi bukan hanya soal mendapatkan gelar, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan anak-anak kita menjadi individu yang berdaya saing dan siap menghadapi perubahan dunia,” ujar Nizam.

Menurut Nizam, pendidikan tinggi harus dilihat sebagai investasi utama yang berdampak langsung pada perkembangan ekonomi dan sosial suatu negara. Ia menekankan bahwa negara-negara maju telah lama menyadari pentingnya pendidikan tinggi dalam menciptakan inovasi dan kemajuan teknologi.

“Kita perlu mengubah paradigma bahwa pendidikan tinggi hanya untuk kalangan tertentu. Semua orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Selain itu, Nizam juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Ia menyebut bahwa sinergi antara dunia akademis dan dunia industri dapat menghasilkan riset dan inovasi yang aplikatif serta relevan dengan kebutuhan pasar.

“Kita perlu memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sektor industri agar lulusan kita siap kerja dan mampu bersaing secara global,” tambahnya.

Dalam konteks ini, Nizam juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri 4.0.

Ia menekankan bahwa kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi akan membantu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis.

Lebih lanjut, Nizam menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung aksesibilitas pendidikan tinggi. Menurutnya, pemerintah harus terus berupaya menyediakan beasiswa dan program bantuan pendidikan untuk memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Tidak boleh ada lagi anak bangsa yang terhambat pendidikannya hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah pakar pendidikan juga mengutarakan pandangan mereka tentang pentingnya pendidikan tinggi. Mereka sepakat bahwa pendidikan tinggi adalah kunci untuk menciptakan generasi yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan.

Mereka juga menekankan perlunya reformasi dalam sistem pendidikan tinggi agar lebih inklusif dan merata.

Mereka juga menyarankan agar perguruan tinggi lebih fokus pada pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan komunikasi. Menurut mereka, keterampilan ini sama pentingnya dengan pengetahuan akademis dalam mempersiapkan lulusan untuk dunia kerja.

“Pendidikan tinggi harus mampu mencetak individu yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu beradaptasi dengan cepat,” kata salah satu pakar.

Dengan demikian, jelas bahwa pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Menempatkan pendidikan tinggi sebagai prioritas akan membantu Indonesia mencapai visi sebagai negara maju dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Prof. Nizam dan para pakar berharap bahwa dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, Indonesia dapat mengembangkan sistem pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Leave a Comment

Ads - Before Footer